Perjalanan Lima Minggu KKN Universitas Jember di Desa Kerang
Bondowoso, Lima minggu pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Jember di Desa Kerang, Kecamatan Sukosari, Kabupaten Bondowoso, menjadi perjalanan pengabdian yang mempertemukan mahasiswa dengan berbagai persoalan, kebutuhan, serta potensi yang dimiliki masyarakat. Selama masa pengabdian, mahasiswa tidak hanya melaksanakan program kerja, tetapi juga berusaha membangun komunikasi dan kolaborasi dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan di bidang pertanian, peternakan, ekonomi, pendidikan, hingga digitalisasi desa. Setiap kegiatan yang dilaksanakan menjadi bagian dari proses untuk memahami kehidupan masyarakat Desa Kerang secara lebih dekat. Mulai dari mendengarkan persoalan petani, memberikan edukasi mengenai pengelolaan limbah, menciptakan inovasi dari bahan yang sebelumnya dianggap tidak bernilai, memberikan edukasi kepada anak-anak sekolah, hingga mendorong pemanfaatan teknologi melalui pengembangan website desa.
Mengawali Pengabdian dengan Mendengar Persoalan Petani
Salah satu kegiatan awal yang dilakukan mahasiswa KKN adalah diskusi bersama para petani di Dusun Jatirejo. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya untuk mengidentifikasi berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat dalam sektor pertanian. Dalam diskusi tersebut, persoalan serangan hama tikus menjadi salah satu perhatian utama. Para petani menyampaikan bahwa meningkatnya populasi tikus telah menyebabkan kerusakan pada tanaman padi di berbagai fase pertumbuhan. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan hasil panen dan pada akhirnya memberikan dampak terhadap pendapatan masyarakat.
Mahasiswa KKN hadir sebagai fasilitator yang menjembatani komunikasi antara masyarakat dan perangkat desa. Para petani diberikan ruang untuk menyampaikan pengalaman, kondisi yang terjadi di lapangan, serta berbagai upaya yang selama ini telah dilakukan untuk mengendalikan hama tersebut. Diskusi juga menjadi ruang bertukar pengalaman antarpetani mengenai metode pengendalian hama, seperti pemasangan perangkap, kegiatan gropyokan, hingga pentingnya melakukan pengendalian secara serentak agar hasilnya lebih efektif. Berbagai masukan tersebut kemudian menjadi bahan bagi mahasiswa untuk memahami kondisi pertanian sekaligus kebutuhan masyarakat Desa Kerang.
Kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat. Sebagai bentuk kepedulian terhadap ketahanan pangan, mahasiswa turut menyerahkan bantuan berupa karung beras kepada perwakilan petani dan warga.
Mengubah Limbah Peternakan Menjadi Potensi Pertanian
Persoalan lingkungan menjadi perhatian mahasiswa dalam kegiatan berikutnya. Aktivitas peternakan di Desa Kerang menghasilkan limbah kotoran sapi yang apabila tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan persoalan bagi lingkungan maupun masyarakat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Jember melaksanakan sosialisasi dan demonstrasi pengolahan limbah kotoran sapi menjadi pupuk organik. Kegiatan ini melibatkan kelompok tani, para peternak sapi, serta seluruh kepala dusun di Desa Kerang sebagai bentuk kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat.
Sebelum demonstrasi dimulai, mahasiswa memberikan pemahaman mengenai dampak limbah kotoran sapi yang tidak dikelola dengan baik, termasuk potensi pencemaran terhadap lingkungan. Masyarakat kemudian diperkenalkan pada pemanfaatan limbah tersebut sebagai bahan yang dapat diolah menjadi pupuk organik dengan nilai guna dan nilai ekonomi. Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung. Mahasiswa mempraktikkan tahapan pengolahan kotoran sapi mulai dari persiapan bahan, proses pencampuran, hingga teknik pengelolaan yang tepat. Masyarakat juga diberikan kesempatan untuk berdiskusi dan menyampaikan pengalaman maupun kendala yang selama ini mereka hadapi dalam mengelola limbah peternakan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa berupaya mengubah cara pandang masyarakat terhadap limbah peternakan. Kotoran sapi tidak lagi hanya dipandang sebagai sisa yang harus dibuang, tetapi sebagai sumber daya yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung sektor pertanian sekaligus mengurangi dampak pencemaran lingkungan.
Dari Limbah Menjadi Rupiah melalui Inovasi Kulit Singkong
Upaya pemanfaatan potensi lokal juga dilakukan melalui pengolahan limbah kulit singkong. Dalam program “Dari Limbah Menjadi Rupiah: Inovasi Keripik Kulit Singkong di Desa Kerang”, mahasiswa KKN mencoba mengolah kulit singkong yang selama ini sering dianggap sebagai limbah menjadi makanan ringan berupa keripik. Program ini menjadi salah satu bentuk inovasi sederhana yang berangkat dari bahan yang tersedia di sekitar masyarakat. Melalui beberapa tahapan pengolahan dan pemberian bumbu, kulit singkong yang sebelumnya dibuang dapat diubah menjadi produk makanan yang lebih menarik dan memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai produk usaha. Hasil pengolahan tersebut kemudian diperkenalkan kepada beberapa pelaku UMKM di Desa Kerang. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada masyarakat untuk melihat kembali bahan-bahan yang berada di sekitar mereka dan mengidentifikasi peluang yang mungkin dikembangkan menjadi produk bernilai guna maupun bernilai ekonomi. Dengan demikian, inovasi keripik kulit singkong tidak hanya berbicara mengenai produk makanan, tetapi juga mengenai bagaimana masyarakat dapat mulai memandang limbah sebagai sebuah peluang.
Menanamkan Kesadaran Sejak Dini melalui Sosialisasi Anti-Bullying
Pengabdian mahasiswa KKN tidak hanya menyentuh sektor pertanian, peternakan, dan ekonomi masyarakat, tetapi juga bidang pendidikan. Salah satu kegiatan yang dilaksanakan adalah sosialisasi anti-bullying di SD Kerang. Kegiatan tersebut ditujukan kepada siswa-siswi SD Kerang untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas dari tindakan perundungan. Materi yang diberikan mencakup pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, dampak yang ditimbulkan, serta langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah dan menghadapi tindakan perundungan.
Mahasiswa menyampaikan materi dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia siswa agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Para siswa juga diberikan pemahaman bahwa bullying tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi dapat berupa ejekan, pemberian julukan yang tidak menyenangkan, pengucilan, hingga perkataan yang dapat menyakiti perasaan seseorang.
Selain mengenalkan berbagai bentuk perundungan, mahasiswa mengajak siswa untuk membangun kebiasaan saling menghargai dan menerima perbedaan. Siswa juga diarahkan untuk tidak membalas tindakan bullying dengan kekerasan serta berani menceritakan kejadian yang dialami atau dilihat kepada guru, orang tua, maupun orang dewasa yang dipercaya. Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dari pengabdian karena pendidikan karakter tidak hanya berkaitan dengan kemampuan akademik, tetapi juga dengan bagaimana anak belajar menghormati, peduli, dan bertanggung jawab terhadap orang lain.
Mendorong Desa Kerang Menuju Transformasi Digital
Memasuki tahap berikutnya, mahasiswa KKN turut mendorong pengembangan Desa Kerang melalui pemanfaatan teknologi digital. Salah satu program yang dikembangkan adalah pembuatan website Desa Kerang sebagai media informasi sekaligus sarana untuk memperkenalkan potensi desa. Website tersebut dirancang untuk memuat profil desa, berbagai kegiatan, potensi yang dimiliki Desa Kerang, serta informasi mengenai UMKM lokal dan produk unggulan masyarakat. Kehadiran media digital ini diharapkan dapat membantu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus mendukung perluasan pemasaran UMKM.
Selain menjadi media promosi, website juga dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dan kegiatan desa secara lebih mudah dan cepat. Masyarakat dapat memperoleh berbagai informasi tanpa harus selalu datang langsung ke kantor desa. Pengembangan website ini juga menjadi bentuk keberlanjutan dari upaya mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi desa. Website tidak hanya diharapkan menjadi tempat penyampaian informasi, tetapi juga dapat menjadi etalase digital yang memperkenalkan UMKM, potensi desa, kegiatan masyarakat, dan berbagai keunggulan Desa Kerang. Dengan pengelolaan dan pembaruan informasi secara rutin, media tersebut diharapkan dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat.